Saya kecewa banget hari nih. Semua usaha yang saya lakukan bersama waktu yang udah saya luangkan, gagal total. Ndak berarti apa-apa... Sempet ke Matos kayak orang ilang merenungi nasib, saking kecewanya sampai menyepi ke Tidar, tidur rumah dek Shas (sama keluarganya maksudnya)... Well, saya ndak bisa ngomong apa-apa lagi... cuma bisa nggenjreng-nggenjreng gitar ndak jelas, nyanyi-nyanyi ndak jelas lagunya d'Masiv di teras rumah dek Shas. Ya Allah tabahkan saya, hambaMu ini...
Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...
Po'o BOZ?
BalasHapusPak Dhe, Pak Dhe, wong biasane nyanyi lagune Didi Kempot sok nyanyi lagune d'Masiv?!?! ono opo toh?!?!
BalasHapus