Langsung ke konten utama

Dangdut Modern

Horrreeeee!!! Happy holiday! Akhirnya bisa leha-leha lagi, menikmati dunia, AJIP... Hhaaa, sorry Fauzi Baadilah, saya minjem kata-katanya!

Berangkat dari Malang pukul 14.00 Waktu Bagian Hape, menuju suatu tempat, Surabaya. Suatu fenomena baru muncul saudara-saudara, saya lagi bunting! Hhe, bukan, bukan itu fenomenanya. Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya, masih tentang musik. Fenomena terjadi di terminal, datang dari para pengamen. Entah mengapa mereka selalu membawakan lagunya ST12, kalau ndak salah setelah ditelusuri judulnya PUSPA. Padahal sebelumnya saya sempat respek sama lagu-lagunya ST12, setelah Aris Indonesia Idol menyanyikan lagu Rasa Yang Tertinggal. Yaoloh, kenapa lagu ST12 jadi begini???? Rancak lagunya, dangdut abis!!! Dangdut modern menyebutnya. Ndak pengamen buyut-buyut sampai anak kecil semua pada menyanyikan lagu dangdut modern, parah.

Sampai di Surabaya, wuihhh panasnya ndak nguati, saya serasa dibakar matang-matang. Di Bungurasih fenomena dangdut modern ternyata lagi in juga, watdefak! Lebih parah malah, ada yang menyayikan lagu dangdut modern yang lain lagi, kalau ndak salah katanya temen tuh lagunya Wali. Wali Songo kah??? Hhhooo, ngakak. Miris puol, saya melihat pengamen-pengamen kecil di jalan, khususnya di traffic light, menyanyikan lagu dangdut modern tentang cinta-cintaan, selingkuh-selingkuhan, hadoh. Yaoloh kembalikan pengamen-pengamen ini ke jalan yang benar.

Setelah transit ke Surabaya sejam-an, akhirnya saya take-off juga ke suatu tempat, tempat yang ajib yang jadi tujuan liburan, Bandung. Well setelah diem-dieman berada di pesawat ndak jelas sejam-an pisan akhirnya sampai juga saya di tempat yang ajib itu. Alhamdulillah dari tadi malam sampai sekarang di tempat ajib ini ndak ada pengamen yang menyanyikan lagu ST12 maneh... hhhooo... HIDUP DANGDUT MODERN!!!

Comeback 2 Malang at July 13th... wait me...!!! Hoeekkkkk...

Komentar

  1. emang lagi trend lagu yang lagi top di "remix".. hehehe

    BalasHapus
  2. Kalo udah lama di kota adem emang paling ga enak kalo ke kota yang panas (semua juga tau)

    Sama-sama orang malang neh, salam kenal yah

    BalasHapus
  3. tau , lagi jaman bgt lagu dangdut modern kaya gt . band band indo jg pd bawain aliran musik jns itu . judulnya aja pop , tp aslinya ngedangdut juga . st12, kangen , matta , dn msh bnyk lg . maless bgt gw dengernya . :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

Ada Apa Dengan Bencong?

Entah kenapa minggu ini saya terhantui oleh yang namanya bencong, atau banci, atau waria yang lebih mengerikan dari jenis hantu manapun. Dan hal itu membuka kenangan saya bersama para bencong. Huppps, bukan, saya ndak pernah memiliki hubungan khusus sama bencong, tapi punya banyak pengalaman buruk tentang bencong dan membuat saya trauma sama bencong, Bencongphobia . No bencong no cry !!! ( yaeyalah... ) Pas pulang liburan kemarin di Surabaya , pas di Bungurasih contohnya, saya melihat bencong tepat di muka ngamen menyanyikan lagunya Jatuh Bangun, ancur mampus, gilo! Berlanjut pas saya berada di Probolinggo ( sebelum balik ke Malang ), mengantarkan Bunda ke salon, dan apesnya si penjaga salonnya bencong. Biasa memang seh, tapi kenapa Bunda betah ke salon itu, padahal saya sendiri udah nahan kencing sampai mata mendadak katarak masuk salon itu??? Tiba di Malang , saya ke kampus buat melihat hasil nilai semester ( yang ndak mau dan ndak bakal saya bahas ), pas enak-enak nyatet nilai, t...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...