Langsung ke konten utama

Tendangan Dari Langit, Membawa ke Memori Masa Kecil

Siang tiba-tiba diajak teman cewek untuk nonton Tendangan Dari Langit (TDL), iya filmnya Hanung Bramantyo yang tentang sepakbola itu, yang dibintangi sama Irfan Bachdim, Kim Kurniawan, Maudy Ayunda, Agus Kuncoro, Sudjiwo Tedjo, Joshua Suherman, Jordi Onsu, dan tentunya debutan baru yang jadi pemeran utama Yosie Kristanto. Uda bisa ditebak kalo cewek yang ngajak nonton film TDL ini pastinya mau liat Irfan Bachdim-nya atau Kim Kurniawan-nya. Saya pun begitu, mengiyakan ajakan karena emang mau liat Maudy Ayunda-nya, tengs... Didorong gengsi dan kebelet gaul juga sih, masa belum juga nonton TDL, apalagi semalam teman yang satunya lagi, si Nina juga iming-iming abis nonton TDL...

Ya, setelah saya simak (maksudnya tonton) lagi sebenarnya ndak ada yang istimewa dari film TDL ini. Plot cerita yang sebenarnya uda ketebak dari awal, ketebak bahkan sebelum nonton TDL sekalipun. Iya intinya ada bocah suatu daerah di lereng pegunungan Bromo, Tengger, yang punya cita-cita jadi pemain profesional bersama Irfan Bachdim cs tapi ndak direstui sama bapaknya karena suatu alasan, endingnya si bocah berhasil mewujudkan cita-citanya, sekian. Malah selama nonton yang nyantol di otak cuma OST-nya dari Kotak sama landscape Bromo doang yang beneran manjain, bukan yang Tendangan Dari Langit, malah yang Hilang Ingatan, entah kenapa...


Tapi, film ini sanggup merefrain otak mengingat masa kecil saya. Mengingatkan saya pas pertama kali dibelikan sepatu bola saya ayah pas kelas 2 SD, ya sempet ikut SSB juga sih pas itu. Mengingatkan saya pas kecil selalu bermain bola sama teman sekitaran rumah, rutin banget tiap sore, ya meski cuma pakai bola plastik. Mengingatkan saya selalu main bola dulu di SD saya dulu, sebelum bimbingan belajar dimulai, ya meski mainnya di paving halaman sekolah. Mengingatkan saya adu bola sama kampung sebelah, ya meski juga kalah telak pas itu. Tapi meski begitu, cukup indah mengingat itu semua, masa yang rasanya selalu membawa saya selalu tersenyum... Terimakasih masa kecil, masa lalu, masa saya mulai mengenal sepakbola... :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...