Langsung ke konten utama

PSSI, Jangan Hancurkan Arema!

Ini menyesakkan buat Aremania, termasuk saya. Awalnya ndak terlihat kenapa-kenapa, hari makin bertambah lah kok ternyata lebih menyesakkan gini. Senyum lihat di awal Saktiawan Sinaga, Dian Agus, dan tentunya Arif Suyono memutuskan untuk berkostum biru Arema. Senyum di awal pas masing-masing Arif Suyono dan Saktiawan Sinaga langsung nyetel kompakan nyetak gol awalnya di laga uji coba perdana lawan Martapura, 7-0. Senyum lebih lebar lagi pas juga denger pemain timnas seperti Hamka Hamzah dll yang katanya juga akan berkostum biru Arema. Namun semua berubah jadi kecemasan yang mendalam ketika terdengar Arif Suyono dan salah satu ikon Arema Ahmad Bustomi resmi hijrah ke tim promosi Mitra Kukar, menyusul Zulkifli Syukur yang hijrah terlebih dahulu ke Persib Bandung. Eksodus besar-besaran pun benar terjadi. Menyusul Fakhrudin, Juan Revi, Yongki Aribowo yang juga hijrah dari Arema.

Ada apa ini? Bukankah masalah dualisme kepemilikan Arema uda diputuskan dan diselesaikan?

Hmmm, sebenarnya saya juga ndak tau masalah politik yang beginian. Saya pun meruntut ke belakang dengan bertanya, APA SALAH AREMA? APA SALAH AREMANIA? Sebagai klub besar yang memiliki suporter yang besar ndak dipungkiri akan memiliki musuh atau beberapa oknum yang ndak suka sama Arema, yang parahnya berkedok cinta sama Arema. Salah satu yang mungkin ada di balik itu ya yang berasal dari liga sebelah yang katanya profesional musim lalu itu (baca: LPI). Iya, masih ingat dan bisa dibilang yang namanya Arema itu anti LPI, dan mutlak menolak ikut LPI musim lalu. PSSI era Johan Arifin jelas uda berbau LPI, titipannya Arifin Panigoro. Indikasinya, musim (mendatang) ini seperti yang kita tahu bahwa liga sepakbola tertinggi di Indonesia ini (baca: LSI) dipercayakan PSSI baru untuk diurus oleh orang-orang yang uda mengurus LPI musim lalu, dan juga uda meloloskan beberapa tim baru di LPI musim lalu yang ndak jelas juntrungan untuk turut ikut ISL. Terlebih indikasi format kompetisi ke depan yang sangat terlihat jelas hasil adopsi LPI, padahal LPI sendiri uda gagal dalam menjalankan kompetisinya musim lalu (cuma bergulir 1/2 musim). Kembali ke Arema, jelas PSSI era baru ini terindikasi punya dendam pribadi sama Arema. Sok ikut mengurus masalah dualisme kepemilikan Arema, yang sebenernya uda mereka skenariokan. Ini bukan fitnah karena PSSI ketika menyelesaikan masalah dualisme kepemilikan sama sekali tidak transparan. Secara random memenangkan kubu M.Nur ketimbang Rendra meski beberapa poin nyata adanya Rendra lebih unggul ketimbang M.Nur. Ya mana mungkin PSSI berLPI itu memilih Rendra jika Rendra sendiri bersimpangan dengan PSSI era baru ini. M.Nur sendiri jadi keputusan suka-suka PSSI yang tau gimana M.Nur musim lalu uda sempet bermasalah di Arema, mengenai penunggakan gaji beberapa pemain. Mendengar M.Nur yang akan berkuasa di Arema musim depan, mungkin pemain Arema uda trauma dulu, dibayangi gaji mereka kemungkinan besar akan nunggak lagi jika bermain di Arema musim depan. Eksodus pun terjadi. Parahnya manajemen ndak ada yang menahan pemain-pemain Arema itu pergi, malah bilang ndak lagi membutuhkan mereka. Ini apa coba maksudnya? Menyedihkan...

Cukup lah untuk PSSI, tolong jangan obok-obok Arema lagi! Atau kami, Aremania, ndak segan untuk melawan! Ndak cuma PSSI, siapapun yang cuma berkepentingan politik, tolong jangan obok-obok Arema! Mari sama-sama berdoa dan berusaha semoga Arema memberikan yang terbaik musim depan, dan manajemen semoga ndak mengulang blunder penunggakan gaji lagi...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...