Langsung ke konten utama

Soekarno Hatta Traffic Love Story

Bangkai banget kan ya judulnya, mau sok tak disama-samain kayak judul film Thailand gitu ceritanya, biar asik saja. Belum pernah nonton filmnya? Ndeso! Etapi postingan ini ndak ada sangkut pautnya deng sama film Thailand tersebut. Cuma intermezzo saja.

Jalan Soekarno Hatta Malang macet itu rasanya bisa tak bilang wajar seh. Mending ndak usah sambat kalau Soekarno Hatta memang ditakdirkan macet, lah wong di Probolinggo saja yang ndak ada manusianya juga ikut sering macet, beneran. Percuma kamu sambat sama macetnya Soekarno Hatta sedangkan kamu ndak pernah sambat kalau amalmu di masjid sebelah juga macet. Kalimat sebelumnya ini titipan Felix Siauw ya. Titik vital dari kemacetan Soekarno Hatta memang ada di sekitaran Jembatan Soekarno Hatta. Kan Bethek juga macet? Dinoyo juga? Buang air besar juga? Menurut saya tetap seh ya, penyebab utama macetnya ada di Jalan Soekarno Hatta sedangkan penyebab utama macetnya hubungan kita ada di orang tuamu. Coba saja kalau beneran Jembatan Soekarno Hatta ikut ditutup total juga, pasti arus Dinoyo ke Bethek atau sebaliknya bakal lancar sentosa, pasti banyak polisi cepek yangg mendadak kehilangan mata pencaharian juga.

Balik fokus ke Jembatan Soekarno Hatta. Sebenarnya kampret juga ini jembatan kok bisa sekarang jadi pergunjingan dimana-mana. Kurang-kurangilah menggunjing Jembatan Soekarno Hatta ini, nanti jembatannya kedutan loh. Iya tau kok, Jembatan Soekarno Hatta katanya sudah ndak layak lagi sekarang. Dari segi umur jembatan yang punya nama asli Jembatan Borobudur ini suda berumur 33 tahun, tua, tapi tetap lebih tua Arie Kriting bahkan dari umur Sungai Brantas-nya masih lebih tua Arie Kriting. Sedangkan jembatan ini didesain hanya untuk 20 tahun dan didesain untuk kendaraan bergerak lancar, bukan untuk ajang arisan macet-macetan. Jembatan Soekarno Hatta katanya juga sudah ndak elastis, kalo pun ada 1 saja pengaitnya yang putus, jembatan bisa langsung runtuh. Ternyata putus itu ada yang lebih nyeremin daripada diputus kamu ya. Silahkan merinding. Saya sudah merinding sejak lama, sejak Jembatan Kutai Kertanegara runtuh. Sejak itu saya sudah mulai was-was kalau lewat Jembatan Suhat, lewat Jembatan Suramadu juga, apalagi lewat jembatan masa lalumu dengan mantan-mantanmu.

Belakangan arus di sekitaran Jembatan Soekarno Hatta ini juga sudah mulai getol-getolnya diutak-atik. Atay biasa dinamai dengan sebutan rekayasa lalu lintas. Kalau lalu lintas sudah direkayasi banyak bocah disulapnya dewasa, asolole joss. Rekayasa lalu lintas itu semua demi mengurangi beban yang ada di Jembatan Soekarno Hatta ini dan demi aku yang pernah ada di hatimu, bahkan ada banner peringatan melambai-lambai digantungkan di atas jembatan yang awalnya tak kira bendera Slank dengan tulisan “DILARANG BERHENTI DIATAS JEMBATAN”, yang mbikin banner ndak lulus SD. Traffic light difungsikan lagi, yang dari arah Soekarno Hatta traffic light-nya pas di depan pintu keluar masuk Apartemen Soekarno Hatta. Pintu gerbang belakang UB yang ada di seberang ujung Jembatan Soekarno Hatta jadi ditutup total. Jadi kalau dari arah Soekarno Hatta mau masuk UB bisa lewat gerbang baru yang di Bethek atau lewat gerbang lama FT UB yang di Dinoyo, sedangkan kalau mau keluar UB ke arah Soekarno Hatta bisa lewat gerbang baru yang di Bethek juga atau lewat gerbang lama yang tembus ke Watugong sana, kalau kamu ndak bisa keluar sendiri sini saya keluarin. Yang dari Dinoyo mau ke Bethek juga bisa langsung lurus ndak usah putar balik ke Soekarno Hatta, tapi kudu mengikuti isyarat traffic light. Nah tapi itu juga masih berubah-ubah, sempat juga dicoba yang dari arah Dinoyo ndak bisa langsung lurus ke Bethek, kudu putar balik ke Soekarno Hatta dulu, putar balik yang di Soekarno Hatta juga masih berubah-ubah kadang yang di depan Polinema dibuka kadang ndak. Kadang dari arah Soekarno Hatta ke arah Dinoyo, diambilkan 1 ruas jalan yang menuju ke Soekarno Hatta, Dinas Perhubungan labil.

Sekali lagi, ayo ndak usah sambat. Kalau pun kena macet di Soekarno Hatta dan sekitarnya lakukan hal-hal apa saja yang menyenangkan. Misal kalau beneran sudah macet ndak bisa gerak, kalau ada cewek cakep papasan di sampingmu kan bisa sekalian kenalan agak lamaan. Minimal kenalan dulu saja, saya selalu doain kalau kalian sudah keanlan gitu ntar bisa jadian, jadiannya sama polisi cepeknya. Yang penting kita semua bisa selamat, dibikin macet karena rekayasa lalu lintas pun ndak apa. Mari kita berdoa untuk Jembatan Soekarno Hatta. Iya, kita (atau mungkin cuma saya) cuma bisa berdoa saja semoga sebelum direnovasi, ndak ada hal-hal yang ndak diinginkan terjadi di Jembatan Soekarno Hatta ini. Amien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

Ada Apa Dengan Bencong?

Entah kenapa minggu ini saya terhantui oleh yang namanya bencong, atau banci, atau waria yang lebih mengerikan dari jenis hantu manapun. Dan hal itu membuka kenangan saya bersama para bencong. Huppps, bukan, saya ndak pernah memiliki hubungan khusus sama bencong, tapi punya banyak pengalaman buruk tentang bencong dan membuat saya trauma sama bencong, Bencongphobia . No bencong no cry !!! ( yaeyalah... ) Pas pulang liburan kemarin di Surabaya , pas di Bungurasih contohnya, saya melihat bencong tepat di muka ngamen menyanyikan lagunya Jatuh Bangun, ancur mampus, gilo! Berlanjut pas saya berada di Probolinggo ( sebelum balik ke Malang ), mengantarkan Bunda ke salon, dan apesnya si penjaga salonnya bencong. Biasa memang seh, tapi kenapa Bunda betah ke salon itu, padahal saya sendiri udah nahan kencing sampai mata mendadak katarak masuk salon itu??? Tiba di Malang , saya ke kampus buat melihat hasil nilai semester ( yang ndak mau dan ndak bakal saya bahas ), pas enak-enak nyatet nilai, t...

Hhahahhhhahhaaahh, Serba GeJe

Whhaahahhhh, kangen ya? Yang kangen hayo angkat tangan, selamat Anda termasuk dalam golongan orang-orang tersesat. Gimana yo, mau bilang sibuk ntar dikira sok sibuk, mau bilang ndak ada waktu yo dikira bohong, mau bilang jelek nah tuh baru fakta!!! Well , yang jelas saya udah lama ndak nge posting , jangankan posting , makan ae saya udah sering kelupaan terus, tidur ae jadi suatu yang langka buat saya. Miris. Saatnya bercerita. Hmmm, tapi mau cerita apa yo? Secara hidup saya sungguh-sungguh ndak bermakna dan membosankan rek. Bangun pagi ke kampus utek-utek masalah laporan pulang sore sampai di kost mendekam di kamar, duduk di depan notebook ngerjain order an design nyampe malem terus tidur-tidur gelesotan sendiri di depan notebook. Mengenaskan saudara-saudara. Hhaahahhha, ditengah kemabukan saya sama keseharian yang padat dan membosankan tersebut, tapi seneng rek sik akeh pisan sing ngerti , luph u so sob!!! Tanpa kalian, saya ndak bakal kuat kayak gini. Oiyya, kemaren, m...