Langsung ke konten utama

Great Meeting HMJI (part I)

Hwee, saya pusing banget hari ini. Wes mulai isuk ngelu, wuih, mari Jum'atan si Kanjen malah ke kost, haduh tambah pusing deh. Bicara soal pusing, gak tau juga yo sudah 2 hari ini saya pusing melulu, gak tau apa tensi saya naik atau turun. Wew, emboh lah, si Kanjen akhirnya saya tinggal tidur, yo ben Kanjen utak-atik notebook saya sekarepe.

Wew, nglamak'e Kanjen, saya bangun tidur Kanjen wes kabur pulang. Masih pusing juga nih, meski sudah dibuat bobo'. Waduh, emboh wes, tak gawe ngenetan ae, chattingan segeblek-gebleknya.
Enak-enak chattingan, ada sms masuk ke hp saya, terpampang di screen hp ULfa HMJI, 04-Apr-08 18:38 isinya "Za, km ad aCr g mlm nE,Kl fRee..meNding km k SabOTen yE. NtaR jm 7,coZ da pmBubaRan pnitia TO.aQ g bS dtg cz da EvaLuasi asRama.anK2 nYuRuh stafQ yg dtg..dtg y? " Waduh, saya mesti gimana ini, secara saya lagi pusing pol-polan, masa mesti harus berangkat ke Saboten? Di luar gerimis lagi, becyeeck, ndak ada ojjyeeeck, dan untung semua ndak pada mencryet mendengarkan logat kayak Cinta Laurier ini. Eh salah ding, Cinta Laura yang bener! Wei, nih bocah menyampaikannya mendadak pula acara jam 7 teeettt, dan pesan nyampainya baru jam 1/2 7 lewat 8 menit! Jangan gila dong!

Dengan segala kewarasan yang tersisa,
saya berangkat juga ke Saboten. Untung ae gak nyasar jez, palingan kalau nyasar saya bakal minta bantuan GPS-nya Dora. Begitu sampai di Saboten, kayak orang linglung yang ndak tau mau berbuat apa. Ya sudah, saya pun bereinkarnasi menjadi ndak waras, gendheng-gendhengan membaur sama yang lain. Foto-foto ndak jelas, guyonan sekenanya, keroyokan menggoda mbak Thalita, menghancurkan Saboten sebisa mungkin. Saya menggila, memesan minuman 3, macam2, coffe float a.k.a kopi hangat, orange squash, sama cola float menu nggeladhur yang saya ciptain sendiri dan pesan tuh menu baru. Makanan datang, langsung dititili meski nasinya belum datang, maklumlah nih bocah sudah kelaparan. Alhamdulillah, nasi pun datang juga. Tapi, moment kedatangan nasi itu, mengundang muka kerut teman-teman yang lain. Si Edwin bilang, "Mampus, yo opo mangan'e iki? atek sumpit e! Ono sendok'e ndak iki." Dengan bijak dan bejat saya membalas, "Yo memang dibuat gini Win, mbaknya tau kalau kita maemnya rakus kali! Jadi, sengaja dikasih sumpit biar maemnya pelan2 dan maemannya gak cepet habis. Coba kalau pakai tangan, palingan 5 menit sudah amblas maemannya sama kita2!" Habis maem, pusat perhatian beralih ke sisha, itu loh semacam rokok yang berasal dari timur tengah, cara ngerokoknya memakai alat khusus dan tembakaunya punya berbagai macam rasa buah dari apel, strawberry, melon, dan lain2, ini sisha atau jus buah yo? Saya sendiri sudah pernah mencoba dulu, itupun cuma sekali, jeh! Jadi yo pengin mencoba lagi deh, meski saya orangnya anti rokok, tapi buat yang satu ini perkecualian. Gila, yang cewek-cewek pun diajari menghisap sisha sama cowok-cowoknya. Puas menghisap-hisap sisha, perut kembung, haduh. Ya sudah deh, ngobrol-ngobrol lagi featuring teman-teman HMJ, dari ngerasani dosen, sampai mengobrolkan gosip seleb yang aneh2.

Ndak terasa sudah pukul 22.30, anak-anak langsung pamit pulang. Weits, tapi tunggu dulu, bukan anak-anak kalau ndak narsis-narsisan dulu. Sesi foto-foto mendadak di depan Saboten, dan menjadi obyek perhatian orang-orang. Sesi foto ditutup! Saya pun pulang sambil mengantarkan teman saya dulu ke Watugong a.k.a Gong Stones, sampai di kost pukul 23.10!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...