Langsung ke konten utama

Beratnya Bilang Ini Ke Kamu

Kita uda hampir 3 tahun saling kenal, hampir 2 tahun kita barengan, uda ndak bisa dirinci lagi berapa kali kita seneng, susah, kecewa, ketawa, ngelakuin hal bodoh, dan sebangsanya. Tapi maaf kalo saya cuma bisa merinci uda 3 kali kita putus dan balikan. Ini yang membuat saya ndak bakal merengek lagi minta balikan dan juga ndak akan pernah menerima balikan. Hal ini sebenarnya uda saya bilang setelah kita balikan ke-3 kalinya. Bukan saya capek, bukan aku ndak sayang, atau bahkan bukan aku uda ada yang laen selain kamu.

Jujur teguran sebanyak 3 kali bagi saya itu sebenarnya merupakan aib kegagalan yang entah kenapa kita banggakan selama ini. Padahal dipikir aku merasa itu uda gagal, gagal karena kita sendiri terus membuat kita saling kecewa dengan hubungan yang kita jalani ini. aku sendiri ndak mau ada kesempatan ke-4, 5, 6, dan seterusnya, itu sama halnya kita egois memaksakan hubungan ini, itu akan lebih menyakitan kita nantinya. Yang jelas ini bukan egois keinginanku sendiri.

Kalo egois tentu aku uda ninggalin kamu, tentu ndak bakal belain kembali nemuin kamu di sini dan ngomongin baik-baik. Di sini, di Jakarta kita omong semuanya baik-baik. Aku bersedia sharing gini untuk selanjutnya bagaimana baiknya, tapi tanpa kata balikan. Aku ndak akan berhenti menyayangi kamu, tapi tanpa kata balikan. Kamu juga masih berhak sewaktu kelak minta tolong ini-itu krle aku, tapi tanpa kata balikan.

Aku ndak minta kamu ikhlas buat ini, ikhlas itu terlalu muluk dan susah, kamu mengerti aja uda cukup. Aku percaya kamu mengerti (seperti yang uda kamu lakuin selama ini). Dan percayalah juga, akan ada lelaki yang lebih layak dari sekedar Reza Ariefanda yang akan mendampingi hidupmu kelak. Pasti. Rasanya aku memang uda ndak pantas buat kamu, atau kita uda kalah dengan jarak ribuan kilometer ini, ribuan kilometer bukan sekedar jarak geografis tapi saya merasa juga jarak di hati kita… I LOVE U… salam buat Ayah, Ibu, dan keluarga yang lain…

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...