Langsung ke konten utama

Jazz Bromo 2011, Hadir!

Ayey! Ini beneran deh dadakan yang rese banget. Beneran aja, enak-enak tiduran di kost baru datang dari urusan di Lawang tiba-tiba ditelpon mas David bilang "gimana Za? uda siap?" nah loh siap apa coba. Usut punya usut ternyata mas David ngajak ke Bromo, mau barengan nonton Jazz Gunung di sana. Gile aja pas juga bilang 5 menit lagi mau ke kost, mana persiapan saya coba. Yaudin deh ya, persiapan seadanya (baca: masukkin baju ke tas secara random) cusss deh kita berangkat ke Bromo juga sama mas Anam, mas Hadi, Dina, mbak Linda, dan adeknya mbak Linda si Roland.

Sebagai wong Probolinggo, saya dituntut jadi petunjuk arah menuju Bromo. Yassalam, padahal TKP-nya aja, Java Banana Hotel, saya ndak tau itu letaknya di Bromo bagian mananya. Ya emang uda paham medan di Bromo sih, tapi beneran saya ndak tau TKP-nya, yang jelas katanya di Sukapura tapi Sukapura itu luas bung. Karena petunjuknya di Sukapura, ya menurut saya emang lebih baik lewat dari arah Tongas, Kabupaten Probolinggo karena dari situ yang menurut saya paling deket menuju sana (entah sana mana) dan tentunya jalannya ndak terlalu menanjak, kasihan Avanza yang kita pakai ntar. Dari arah Tongas ke selatan kita ikutin jalan aja, dan akhirnya ketemu juga spanduk yang bisa jadi petunjuk arah ke TKP.

Fyiuh dengan spanduk selamat datang di Jazz Gunung yang ditaruh di sepanjang jalan, tibalah juga sampai di TKP, Java Banana Hotel. Masuk venue langsung nyengir, wow tempatnya okeh banget dah, konsepnya outdoor langsung menyaru sama alam. Level venue penontonnya aja murni pakai gundukkan terasering. Begitu duduk langsung disuguhi alunan etnik dari Tohpati Ethnomission. Menyejukkan. Tapi sebenarnya kita pas datang uda terlambat beberapa jam-an dari mulainya acara. Beberapa pengisi acara seperti Kua Etnika kita lewatkan. Mulai meninggalkan sore Maya Hasan giliran tampil. Cukup mengesankan petikan harpa mbak ini. Mulai memasuki malam, penyanyi veteran Trie Utami muncul menghibur dengan beberapa sindenannya dan liukan tari Reog-nya.

Tohpati on stage!

Roland, mbak Linda, Dina, saya, mas Hadi, mas David

And there is yang ditunggu, Glenn Fredly. Begitu muncul di stage, Glenn langsung menyapa hangat penonton. Glenn membawakan lagu Kala Cinta Menggoda, Linda, Ale Rasa Beta Rasa, Rasa Sayange, Kisah Romantis, dan You are My Everything. Lebih specialnya di akhir acara Glenn berkolaborasi dengan semua pengisi acara.

yey! Glenn Fredly on the night!

Selesai acara, coba ikut membaur dengan masyarakat sekitaran Bromo, yang saya kenal ramah sebelumnya. Sempet ketemu salah satu "juru kuncin"ya Bromo juga, Pak To, teman ayah, yang kebetulan nonton Jazz Gunung juga. Sempet nimbrung diskusi hangat juga sama fotografer dan wartawan dari Jakarta dan Surabaya. Sembari beramah tamah, sembari mencari tempat penginapan. Penuh semua, sempet terombang-ambing di bawa ke sana kemari (yang bawa kebetulan pas orangnya sedikit ndak bener) buat nyari penginapan. Tapi nemu juga villa berkamar 3 (sebenarnya kamar 4 tapi ada 1 kamar yg keisi, ya gimana lagi), lumayan murah 500rb uda sama paket jasa hardtop buat liat sunrise besok paginya. Di laper tengah malem (yaiya lah wong emang belum makan), coba jalan nyari maem ke warung terdekat. Eh, pas lagi nunggu mbungkus makanan, mas yang nawarin villa datang lagi, bilang kalo jalan ke Penanjakan (buat liat sunrise) lagi ketutup, ndak bisa dilewati, dan menawarkan alternatif mengalihkan ke Mentigan. Ya saya sendiri meski uda sering ke Bromo baru pertama kali denger Mentigan, ya karena ndak ada pilihan lain, iyain aja ke Mentigan ke masnya...

Besok paginya, kita siap ke Mentigan. Saya sendiri karena ndak tau daerah ke arah mana itu Mentigan, ya percaya aja deh sama bapak yang nyetir hardtop, mau dinyasarin kek dibawa ke mana kek bodo amat. Untungnya sampai dengan selamat, sampai di (katanya) Mentigan. Turun dari hardtop, ternyata lumayan masih jauh juga jalannya, naik pula, lumayan bisa kurus. Sampai di atas, top of the peak, subhanallah ternyata indah men! Indah banget! Ramai pengunjung juga! Hipotesa saya disasarin sama mas yang bawa hardtop resmi dihapus...
there is! what a beautiful sunrise from Mentigan, Bromo


Tautan
Ya turun dari Mentigan, selesai juga petualangan kali ini, kita langsung balik ke kota, mampir ke Probolinggo dulu, dan saya pulang ke rumah, caoooo... :)

NB: foto lain bisa dilihat di sini diambil dari dokumentasi mbak Linda Baroes

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

Ada Apa Dengan Bencong?

Entah kenapa minggu ini saya terhantui oleh yang namanya bencong, atau banci, atau waria yang lebih mengerikan dari jenis hantu manapun. Dan hal itu membuka kenangan saya bersama para bencong. Huppps, bukan, saya ndak pernah memiliki hubungan khusus sama bencong, tapi punya banyak pengalaman buruk tentang bencong dan membuat saya trauma sama bencong, Bencongphobia . No bencong no cry !!! ( yaeyalah... ) Pas pulang liburan kemarin di Surabaya , pas di Bungurasih contohnya, saya melihat bencong tepat di muka ngamen menyanyikan lagunya Jatuh Bangun, ancur mampus, gilo! Berlanjut pas saya berada di Probolinggo ( sebelum balik ke Malang ), mengantarkan Bunda ke salon, dan apesnya si penjaga salonnya bencong. Biasa memang seh, tapi kenapa Bunda betah ke salon itu, padahal saya sendiri udah nahan kencing sampai mata mendadak katarak masuk salon itu??? Tiba di Malang , saya ke kampus buat melihat hasil nilai semester ( yang ndak mau dan ndak bakal saya bahas ), pas enak-enak nyatet nilai, t...

Hhahahhhhahhaaahh, Serba GeJe

Whhaahahhhh, kangen ya? Yang kangen hayo angkat tangan, selamat Anda termasuk dalam golongan orang-orang tersesat. Gimana yo, mau bilang sibuk ntar dikira sok sibuk, mau bilang ndak ada waktu yo dikira bohong, mau bilang jelek nah tuh baru fakta!!! Well , yang jelas saya udah lama ndak nge posting , jangankan posting , makan ae saya udah sering kelupaan terus, tidur ae jadi suatu yang langka buat saya. Miris. Saatnya bercerita. Hmmm, tapi mau cerita apa yo? Secara hidup saya sungguh-sungguh ndak bermakna dan membosankan rek. Bangun pagi ke kampus utek-utek masalah laporan pulang sore sampai di kost mendekam di kamar, duduk di depan notebook ngerjain order an design nyampe malem terus tidur-tidur gelesotan sendiri di depan notebook. Mengenaskan saudara-saudara. Hhaahahhha, ditengah kemabukan saya sama keseharian yang padat dan membosankan tersebut, tapi seneng rek sik akeh pisan sing ngerti , luph u so sob!!! Tanpa kalian, saya ndak bakal kuat kayak gini. Oiyya, kemaren, m...