Langsung ke konten utama

Bersama Stand Up Surabaya, Njajal Openmic di Comedy Kopi

Kemarin pas habis pulang dari Bintaro sih sempet mampir ke Comedy Kopi, tapi ya pas kebetulan ndak ada event di sana, dan saya juga belum ketemu sama teman-teman Stand Up Surabaya. Jadi pas kemarin ke sana cuma diam-diam saja, ndak bilang kalau dari Stand Up Malang :) Nah, ternyata kehadiran saya di sana kepergok sama admin Comedy Kopi, pas sudah ninggalin tempat itu. Ya karena ndak enak, akhirnya janji bakal ke sana lagi nantinya, nanti kapan juga ndak tahu :))

Beberapa hari, kendala susah mencari hari yang luang, membuat saya kembali memutar otak. Hari ini ada open mic di Comedy Kopi dan juga bakal ada teman-teman dari Stand Up Surabaya, tapi saya juga masih ada kerjaan (dan bukan MLM) sampai pukul 15.00 di Malang. Sangat gambling sekiranya kalau naik bus ke Surabaya karena sudah tahu info dari dukun yang bernama twitter kalau di Porong macet cet cet dari pagi. Mau bawa motor tapi besoknya kudu sudah ada di Probolinggo, nah kalau pulang ke Probolinggo bawa motor jelas diusir dan ndak diakui anak sama Bunda. Akhirnya memutuskan untuk naik KA Penataran, jadwal berangkat pukul 15.20. Namanya juga Indonesia, sudah punya jalurnya sendiri kereta masih saja telat. Besok saya usulkan ke Menteri Perhubungan untuk bikin kereta NOS! Telat 1 jam, sampai di Stasiun Gubeng Surabaya juga baru pukul 19.00. Ini kedua kalinya saya (mau) naik kereta dari Malang ke Surabaya, terlihat betapa ndesonya saya :))

Keluar dari Stasiun Gubeng, nyeberang sedikit sudah sampai di Grand City, mall tempat Comedy Kopi berada. Sesampainya, langsung ke lantai paling atas. Di depan Comedy Kopi celingak-celinguk ala copet, ini teman-teman Stand Up Surabaya-nya yang mana ini *secara masih belum tahu sama wajah-wajahnya*. Ndak lama mas Toni, dari Stand Up Unair (yang juga pernah bertandang ke Malang), dari depan manggil dengan (tetep) gaya melambainya. Bergabunglah saya dengan teman-teman Stand Up Surabaya lainnya, berbisnis tawa. Sebelum acara open mic dimulai, ngobrol ngalor-ngidul tentang perkembangan komunitas stand up comedy di Surabaya dan di Malang.

Open mic dimulai dengan 1-4 comic dari Stand Up Surabaya yang rasanya emang sudah siap. Saya juga santai melihat mereka berusaha memanen tawa, sambil menunggu si Ngurah yang katanya juga mau menghampiri. Jilalah pas comic ke-5, kok yah si mas MC, mas Angga (saya lebih kenal dia sebagai mas SBOtv dan mas admin Stand Up Surabaya) ini manggil nama saya disuruh open mic juga, lak ngelamak a. Okeh, mau ndak mau ya maju ngopen mic, meski ndak tahu mau pakai materi apa. Keluarlah siasat riffing sana-sini ditambah sedikit materi baru tentang Valentine dan cari jodoh di angkot. Cukup berhasil, berhasil menyiksa saya maksudnya :))

Open mic di Comedy Kopi ini sebenarnya menurut saya tempatnya ndak begitu kondusif. Ndak cuma karena kecil, tapi itu tempat pas comic perform juga ndak ideal, lah wong sebenernya itu tempat buat nge-DJ, belum lagi sering keganggu beberapa kali orang yang lalu lalang di depan comic pas lagi perform. Penataan kursinya juga gitu, ndak semuanya mengarah ke panggung. Rupanya juga dilihat dari menunya karena tempatnya emang tempat buat makan berat kali ya, bukan yang spesifik untuk tempat nongkrong. Tapi interior design-nya keren loh tempatnya, apalagi mas waitress-nya juga ramah-ramah dan pakai dresscode yang unik :)

Oiya terimakasih juga ke Ngurah beserta keluarga yang malam itu rumahnya rela mau saya inapi dan repoti, thx bro!

NB: untuk melihat foto-foto yang lain di Comedy Kopi bisa ke sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

Ada Apa Dengan Bencong?

Entah kenapa minggu ini saya terhantui oleh yang namanya bencong, atau banci, atau waria yang lebih mengerikan dari jenis hantu manapun. Dan hal itu membuka kenangan saya bersama para bencong. Huppps, bukan, saya ndak pernah memiliki hubungan khusus sama bencong, tapi punya banyak pengalaman buruk tentang bencong dan membuat saya trauma sama bencong, Bencongphobia . No bencong no cry !!! ( yaeyalah... ) Pas pulang liburan kemarin di Surabaya , pas di Bungurasih contohnya, saya melihat bencong tepat di muka ngamen menyanyikan lagunya Jatuh Bangun, ancur mampus, gilo! Berlanjut pas saya berada di Probolinggo ( sebelum balik ke Malang ), mengantarkan Bunda ke salon, dan apesnya si penjaga salonnya bencong. Biasa memang seh, tapi kenapa Bunda betah ke salon itu, padahal saya sendiri udah nahan kencing sampai mata mendadak katarak masuk salon itu??? Tiba di Malang , saya ke kampus buat melihat hasil nilai semester ( yang ndak mau dan ndak bakal saya bahas ), pas enak-enak nyatet nilai, t...

Hhahahhhhahhaaahh, Serba GeJe

Whhaahahhhh, kangen ya? Yang kangen hayo angkat tangan, selamat Anda termasuk dalam golongan orang-orang tersesat. Gimana yo, mau bilang sibuk ntar dikira sok sibuk, mau bilang ndak ada waktu yo dikira bohong, mau bilang jelek nah tuh baru fakta!!! Well , yang jelas saya udah lama ndak nge posting , jangankan posting , makan ae saya udah sering kelupaan terus, tidur ae jadi suatu yang langka buat saya. Miris. Saatnya bercerita. Hmmm, tapi mau cerita apa yo? Secara hidup saya sungguh-sungguh ndak bermakna dan membosankan rek. Bangun pagi ke kampus utek-utek masalah laporan pulang sore sampai di kost mendekam di kamar, duduk di depan notebook ngerjain order an design nyampe malem terus tidur-tidur gelesotan sendiri di depan notebook. Mengenaskan saudara-saudara. Hhaahahhha, ditengah kemabukan saya sama keseharian yang padat dan membosankan tersebut, tapi seneng rek sik akeh pisan sing ngerti , luph u so sob!!! Tanpa kalian, saya ndak bakal kuat kayak gini. Oiyya, kemaren, m...