Langsung ke konten utama

Valentine Kali Ini, Sebuah Opini Suka-Suka

Valentine, iya saya tahu, hari kasih sayang. Yang saya selalu ndak paham yaitu ngapain dirayain? Dirayain apa karena setiap harinya kurang kasih sayang gitu? Mau saya punya pacar kek ataupun ndak punya, ndak ngaruh juga, atau untuk ke keluarga sekalipun, saya ndak pernah heboh ngerayain Valentine beginian, biasa aja... *hashtag: #sikap*

Valentine day itu ndak ada keren-kerennya sama sekali, cuma karena namanya saja yang keren sih menurut saya. Ya kebetulan saja pas dahulu kala itu pelaku sejarahnya namanya Santo Valentinus, lah coba aja kalau pas dahulu itu namanya Paijo, Sugeng, atau Marwoto yang dibunuh, ya sama aja ndak keren-kerennya toh. Yok ay besok tanggal 14/2 kita ngerayain Marwoto day, failed...

Nah, yang bikin ndak paham kenapa kudu tanggal 14 juga? Ndak bisa dirayain pas awal bulan gitu? Ngerayain tanggal 14 itu sangat bikin dilemma, terutama bagi kaum cowok yang di sini biasanya yang dituntut untuk mentraktir. Bayangin kalau si cowok hanyalah berstatus mahasiswa, perantauan pula. Bisa-bisa tanggal 1 sampai 13 ndak bisa makan secara khusyuk mikir tanggal 14 mau ngasih kejutan apa ke ceweknya, selanjutnya tanggal 15 sampai 29 juga terancam ndak bisa makan secara khusyuk karena uang bulanannya habis duluan... *brb mencari para donatur Indomie*

Ritual perayaan Valentine yang sering dilakukan diantaranya berupa candle light dinner. Saya juga ndak paham sama konsep candle light dinner ini. Ini mau makan malam apa ngepet cari pesugihan sambil jaga lilin? Kayak gitu kok dibilang romantis, nope. Kalau remang-remang dibilang romantis, mending sekalian bawa pacar ke desa terpencil yang sekiranya PLN belum masuk ke sana, dijamin tiap hari bakal romantis...

Valentine day perayaannya juga kenapa pakai warna yang bernuansa serba pink, ini sampai sekarang juga ndak jelas. Curiga ini sebenarnya masih dalam rangkaian perayaan Imlek, sisa warna serba merah dari perayaan Imlek yang luntur menjadi pink. Kalau Imlek libur karena tanggal merah, Valentine ndak libur karena tanggalannya luntur jadi warna pink. Serba warna pink juga terkadang membuat pelaku perayaan Valentine sangat ndak berperikebonekaan, ndak peduli mau boneka apapun dibikin warna pink. Sebuah penghinaan bagi kaum gajah, singa, buaya, dan hewan suangar lainnya yang bonekanya dibikin jadi warna pink!

Ndak cukup itu, ikon Valentine lainnya juga selalu gagal dipahami, coklat. Entah, cewek demen banget kalau pas Valentine dikasih coklat. Menurut saya, cuma pacar yang ndak yakin sama pacarnya kalau Valentine masih saja ngasih coklat, apa pacarnya kurang manis selama ini hah? Nyebelinnya, cewek pas uda dikasih coklat, pas coklatnya habis biasanya malah ngambek protes, karena bikin perutnya lebih maju dari teteknya. Padahal juga, coklat sendiri itu dalam bahasa grafis berarti sephia. Sephia yang saya tahu itu kalau ndak merk mobil ya juga kekasih simpanan seperti yang dikatakan mas-mas SO7. Nah loh, masih mau dikasih coklat? Dianggap kekasih simpanan setelah dinaiki? Pffft :))

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

Ada Apa Dengan Bencong?

Entah kenapa minggu ini saya terhantui oleh yang namanya bencong, atau banci, atau waria yang lebih mengerikan dari jenis hantu manapun. Dan hal itu membuka kenangan saya bersama para bencong. Huppps, bukan, saya ndak pernah memiliki hubungan khusus sama bencong, tapi punya banyak pengalaman buruk tentang bencong dan membuat saya trauma sama bencong, Bencongphobia . No bencong no cry !!! ( yaeyalah... ) Pas pulang liburan kemarin di Surabaya , pas di Bungurasih contohnya, saya melihat bencong tepat di muka ngamen menyanyikan lagunya Jatuh Bangun, ancur mampus, gilo! Berlanjut pas saya berada di Probolinggo ( sebelum balik ke Malang ), mengantarkan Bunda ke salon, dan apesnya si penjaga salonnya bencong. Biasa memang seh, tapi kenapa Bunda betah ke salon itu, padahal saya sendiri udah nahan kencing sampai mata mendadak katarak masuk salon itu??? Tiba di Malang , saya ke kampus buat melihat hasil nilai semester ( yang ndak mau dan ndak bakal saya bahas ), pas enak-enak nyatet nilai, t...

Hhahahhhhahhaaahh, Serba GeJe

Whhaahahhhh, kangen ya? Yang kangen hayo angkat tangan, selamat Anda termasuk dalam golongan orang-orang tersesat. Gimana yo, mau bilang sibuk ntar dikira sok sibuk, mau bilang ndak ada waktu yo dikira bohong, mau bilang jelek nah tuh baru fakta!!! Well , yang jelas saya udah lama ndak nge posting , jangankan posting , makan ae saya udah sering kelupaan terus, tidur ae jadi suatu yang langka buat saya. Miris. Saatnya bercerita. Hmmm, tapi mau cerita apa yo? Secara hidup saya sungguh-sungguh ndak bermakna dan membosankan rek. Bangun pagi ke kampus utek-utek masalah laporan pulang sore sampai di kost mendekam di kamar, duduk di depan notebook ngerjain order an design nyampe malem terus tidur-tidur gelesotan sendiri di depan notebook. Mengenaskan saudara-saudara. Hhaahahhha, ditengah kemabukan saya sama keseharian yang padat dan membosankan tersebut, tapi seneng rek sik akeh pisan sing ngerti , luph u so sob!!! Tanpa kalian, saya ndak bakal kuat kayak gini. Oiyya, kemaren, m...