Langsung ke konten utama

Menyangkut Ketidakpastian Ke Jakarta

Percaya atau tidak, H-3 Pesta Blogger+ 2010, jujur saya sebenarnya belum ada persiapan sama sekali untuk ke Jakarta menghadiri Pesta Blogger+ 2010. Banyak yang menganggu pikiran dan memang patut dipikirkan. Masih tidak ada kejelasan jika saja saya berangkat akan naik apa, berangkat sama siapa, dan di Jakarta-nya bakal nginap di mana. Apalagi Jumat pagi saya juga masih ada keperluan di kampus yang tidak bisa ditinggalkan.

Belum terpikir naik apa nanti ke Jakarta, dengan ketentuan berangkat Jumat sampai Jakarta-nya harus Sabtu sebelum pukul 10.00. Sempat cari tiket pesawat Surabaya - Jakarta eh ternya pas lagi mahal-mahalnya, kalau nemu yang harganya Rp.200-350ribuan saya pasti udah naik pesawat. Sempat tanya-tanya bus Lorena yang langsung dari Malang ke Jakarta berangkatnya pukul 14.00 dan diperkirakan sampai Jakarta besoknya pukul 09.00-10.00an (jika lancar), karena saya memikirkan hal yang terburuk (baca: saya yakin akan molor perjalanannya), langsung mengurungkan niatan saya untuk menggunakan jasa bus Lorena. Beralih juga tanya-tanya kereta eksekutif Gajayana yang juga langsung ke Jakarta, eh ternyata berangkatnya dari Malang pukul 16.00-1700an dan diperkirakan sampai Jakarta juga sama-sama Sabtu pukul 09.00-10.00an, dengan alasan yang sama saya juga mengurungkan niat untuk memakai jasa kereta eksekutif Gajayana. Kalau naik kereta ekonomi Matarmaja, lebih meragukan lagi sampai Jakarta bakal jam berapa, meski berangkatnya pukul 13.00. Hingga Kamis siang saya sama sekali belum dapat pencerahan, Jumat pagi bakal naik apa biar saya sampai di Jakarta tidak lebih dari jam 10an, lagian kemungkinan saya juga berangkat sendirian tidak mungkin naik kereta ekonomi Matarmaja yang katanya sadis. Baru Kamis sore saya dapat referensi dari teman di kampus yang merekomendasikan naik bus secara marathon. Maksudnya naik busnya loncat-loncat, naik bus dari Malang ke Surabaya, dari Surabaya ganti bus buat ke Kudus atau Semarang, dari Kudus atau Semarang ganti bus lagi ke Jakarta. Dengan begitu lebih fleksibel mau berangkat jam berapa dan estimasi lama perjalanan 21-22 jam, diestimasikan dengan kemungkinan molor terburuk pun paling tidak sampai Jakarta tidak lebih dari pukul 10.00an.

Kalau masalah nginap si katanya mas Sandy (dedengkot Bloggerngalam), pasti nemu ntar tempat penginapan di Jakarta. Saya juga sedikit lega, meskipun begitu saya juga masih belum pasti Jumat jadi berangkat ke Jakarta atau tidak, tergantung hari Jumat nanti.

Ketidakpastian saya tersebut juga karena ocehan dari beberapa kawan (karena saya sayang dan menghargai mereka , tidak bakal saya publish namanya di sini) yang mencibir saya kalau saya berangkat ke Jakarta. Nada cibiran mereka seperti mereka menganggap saya pergi ke Jakarta mau bersenang-senang, sedangkan kata mereks saudara-saudara di Mentawai dan Merapi lagi susah dan butuh bantuan, tidak seharusnya saya bersenang-senang katanya. Saya juga mikir lama mengenai hal ini. Susah juga meyakinkan mereka-mereka itu kalau saya ke Jakarta tidak untuk besenang-senang. Hingga akhirnya mereka bisa menerima alasan saya ke Jakarta untuk meliput, bersosialisasi, dan juga akan berbagi di Pesta Blogger 2010+.

Jumat setelah dari kampus, sesingkat-singkatnya saya membereskan apa saja yang perlu dibawa ke Jakarta, saya pun memutuskan berangkat ke Jakarta….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...