Langsung ke konten utama

PT KA, Benarkah Butuh Kenaikan Tarif?

Seperti diketahui PT Kereta Api (KA) merencanakan adanya tarif baru untuk kereta ekonomi semua jurusan perjalanan, Jabodetabek, jarak menengah, dan jarak jauh. Direktorat Perhubungan Kereta Api Kementerian Perhubungan mengusulkan kenaikan tarif antara 16-62 persen dengan rincian untuk KA jarak jauh 16 persen (Rp 4.000-Rp 8.500), jarak sedang 17 persen (1.000-5.500), jarak dekat 45 persen (Rp 500-Rp 2.000), kereta rel diesel (KRD) 34 persen (Rp 500-Rp 1.500), dan kereta rel listrik (KRL) 62 persen (Rp 500-Rp 2.000). Sebenarnya kenaikan tarif KA ini merupakan wacana lama, sejak tahun lalu namun beberapa kali kenaikan tarif ini tertunda. Adanya ketidakkonsistenan Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, mengenai sikapnya dalam kebijakan kenaikan tarif ini. Beliau yang awalnya mengusulkan, namun hingga saat ini kenaikan tarif tersebut masih tertunda. Terakhir direncanakan akan mulai naik per 1 Oktober 2010, namun pada tanggal tersebut tarif masih tetap belum berubah, dan ketika dikonfirmasi, Freddy Numberi baru akan menyetujui tarif baru akan berlaku sejak tahun depan.

Kenaikan tarif KA ini juga diakui diperlukan secepatnya oleh PT KA. Hal ini diperlukan karena tidak adanya kenaikan biaya subsidi atau lebih dikenal public service obligation (PSO) dari APBN. Direktur Utama PT KA sendiri, Ignasius Jonan, mengakui PT KA sedang mengalami krisis keuangan, jika tidak segera diberlakukan tarif baru maka pelayanan dan kualitas kereta ekonomi akan semakin menurun. Ironisnya pernyataan Direktur Utama PT KA tersebut seakan menjadi pukulan mutlak, ketika kenaikan tarif belum diberlakukan, belakangan sudah terjadi beberapa kali kecelakaan kereta api, yang terakhir di Pemalang dan di Solo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...