Langsung ke konten utama

Hotel Ubud, Miniatur Bali di Tengah Malang

Bingung kan lihat judulnya? Sama. Ndak, maksudnya gini, TMII kan sering disebut sebagai miniaturnya Bali, nah di tengah Kota Malang justru ada miniaturnya Bali. Tempatnya agak masuk-masuk gitu, di Sigura-Gura sekitaran ITN, lumayan susah nyarinya, kecuali yang mahir pakai ilmunya Dora. Yap, memang agak mirip kayak Dora di filmnya seh, kudu mengikuti papan petunjuk kecil bertuliskan "Ubud" untuk sampai ke tempatnya, Yap, Ubud Hotel & Villas namanya. Lah ngapain nyasar main ke hotel? Check in? Astaghfirulloh, ndak. Saya ke sana memenuhi undangan dari General Manager (GM) Ubud Hotel yamg diberikan ke Bloggerngalam yang kemudian dibikin kopdar sekalian. Bisa dibilang ini undangan langka, karena biasanya yang ngundang ndak pernah semacam hotel gini.

Memasuki Ubud Hotel, langsung kagum. Beneran, baru masuk saja saya sudah kudu melewati gapura seperti di Besakih. Lalu disambut sama mas-mas dan mbak-mbak yang berpakaian tradsional Bali. Mas-masnya ngasih tahu (tapi tanpa medok Bali) kalau teman-teman Bloggerngalam sudah ada di bawah. Pas mau menghampiri teman-teman Bloggerngalam, saya melihat beberapa miniatur pura beserta sesajennya, payung adat Bali di depan resepsionis, kain poleng yang menempel di setiap tiang penyangga bangunan, ukiran-ukiran khas Bali, dan ndak ketinggalan ada Bale Bengong-nya. Turun ke bawah juga melewati tangga yang dibuat seperti punden berundak. Beneran kayak lagi ada di Bali.

Begitu ada di lantai dasar dan bertemu teman-teman Bloggerngalam, suasananya sangat menyejukkan, outdoor dengan latar kolam renang dihimpit oleh bukit-bukit yang masih asri, yang berseberangan juga dengan sungai (iya sungai beneran), Zona ini katanya dinamakan Bedugul. Iya, hampir seluruh zona di hotel ini menggunakan istilah tempat wisata di Bali, makanya postingan ini berjudul demikian. Baru beberapa menit nyapa teman-teman Bloggerngalam, Pak Kuswadi selaku GM Ubud Hotel langsung membuka acara dengan perkenalan dan bercerita mengenai profil Ubud Hotel. Ubud Hotel tempatnya dibuat masuk ke pedalaman dan disertai hanya sedikit sign ternyata itu konsep, konsep yang diambil dari daerah Ubud di Bali-nya sendiri. Mengambil tagline "The One Hundred Percent feature exotic ambience and nature Balinese in the heart of Malang", Ubud Hotel selain sudah diakui sebagai Bali-nya Malang oleh masyarakat Malang tapi juga sudah sering diakui oleh masyarakat Bali sendiri yg pernah ke hotel ini.

Setelah panjang kali lebar mendeskripsikan profil Ubud Hotel, Pak Kuswadi lalu mengajak untuk keliling hotel ini. Amazing moment lah! Semakin menyusuri Ubud Hotel ini semakin bisa bilang betapa rapi dan kreatif penyusunan ruang dan pemanfaatan lahan di hotel ini. Kamar yang digolongkan modern ada di lantai bawah. Di lantai atasnya diisi dengan kamar etnik modern. Di lantai atasnya lagi ada kamar yang digolongkan sebagai puri (mirip villa) terletak di lantai atas mengelilingi kolam Kintamani. Rate kamar mulai dari 300rb sampai dengan yang 750rb tinggal milih. Ada meeting room-nya juga, berdindingkan kaca, lumayan luas.

Selesai berkeliling, Pak Kuswadi menjamu teman-teman Bloggerngalam dengan makan siang. Menunya khas Bali juga, ada ayam betutu sama plecing kangkung sambal Bali. Meski terkesan mBali, rasa dari masakan di Ubud Hotel ini rupanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Jawa, karena baru kali ini saya bisa begitu menikmati ayam betutu yang sebelumnya saya ndak doyan sama sekali. Makan selesai, dilanjut dengan sapa-sapaan lagi antar teman-teman Bloggerngalam, saya pun (lagi-lagi) kena jatah suruh standup lagi, baiklah. Rangkaian kopdar kali ini ditutup dengan renang-renangan (manfaatin fasilitas banget hhahaha) tapi saya kudu pamit lebih awal karena kebetulan juga ada acara lagi. Terimakasih Ubud Hotel, terimakasih Pak Kuswadi...
Ubud Hotel & Villas
Jalan Bendungan Sigura-gura Barat No 6 Malang
Phone: 0341-571313 Fax: 0341-571113
Website: www.hotelubud-malang.com
Twitter: @ubudhotelmalang
foto oleh mas Fajarembun dan mas Sandy Suryadinata, selengkapnya bisa lihat di sini

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...