Langsung ke konten utama

Terimakasih dan Bismillah Untuk Itu

"Kamu tahu kenapa kamu putus sama mantanmu yang itu? Gini, aku juga sebenernya gak mau ikut ribut campur tapi aku kasihan juga ke kamu mas. Iya emang orang tuanya keliatan setuju-setuju saja anaknya jalan sama kamu mas, aku awalnya juga ngerasa gitu sebelum dianya curhat ke aku pas kamu putus sama dia. Orang tua juga gak mau lihat anaknya juga berada di tangan orang yang masa depannya belum jelas, kuliah aja belum lulus-lulus. Iya, meskipun kamu juga sekarang sudah bisa nyari uang sendiri, tapi kelihatannya tetep serabutan juga kan? Orang tuanya sebenernya suka kok sama kamu, sama attitude-mu selama ini. Tapi ya itu, ada sedikit kecemasan yang dipikir sama orang tuanya. Aku nyampaikan ini bukan karena aku atau siapa yang nuntut itu, atau aku yang ngebet pengen lihat kamu sama dia balikan lagi, toh kalaupun kamu bisa buktikan itu belum tentu juga toh kamu sama dia balikan, gak ada jaminan, dan itu terserah kamunya sih mas... Tapi janji ya, gak pakai marah ke dianya..."

Itu sekiranya kurang lebih penggalan obrolan santai tapi penuh makna antara saya dengan seorang sahabat saya di Coffee Time malam ini, terimakasih penyampaiannya. Saya hampir nangis, tapi ya ndak lucu juga. Terimakasih, sangat terimakasih buat kamu dan orang tuamu yang sangat-sangat menginspirasi saya, sekali lagi terima kasih. Bismillah, saya akan buat keputusan juga malam ini, tapi bukan untuk kamu dan orang tuamu, tapi untuk saya dan orang tua saya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

M****h2...,, YouTube dkk mogok...

Hari ini, sebenarnya malas kuliah nih. Puyeng, semaleman ndak tidur! Nih dampak dari menunda-nunda tugas Hukum Komersial, tugas yang saya targetkan selesai Minggu malam malah molor sampai Selasa malem belum digarap-garap , entah malas inilah, malas itulah, sampai dengan alasan klasik, ketiduran... HIDUP TIDUR!!! Dengan begitulah dipaksakan saya ndak tidur semalaman ( tepatnya setelah pulang dari PH ), karena tugas yang belum selesai tadi harus dikumpulkan pagi ini... Ndak salah kalau pas di kelas, saya tumben-tumbennya mengambil duduk di belakang sendiri, tujuannya buat menyandar tembok, halah gak elite blas yo alasane? Never mind lah, yang penting saya tetep masuk kuliah! Nah, masalah baru muncul setelah matakuliah Hukum Komersial, perut saya terasa mules lagi, anjrit! Saya terpaksa ijin pulang, di jalan sambil ndak sadaran juga menyetir motor. Maap Pak Polisi! Sampai di kost, ndak peduli lagi apa-apa langsung ke kamar mandi. Haduh, geblek, ternyata tas saya ketinggalan di kela...

#tentangayah (dalam rangka Hari Ayah Se-Dunia)

(diunduh dan diunggah dari berbagai tweet pas Hari Ayah Se-Dunia, 20 Juni 2010)   gabiilicious: Bokap slalu ngomong : gak usah! Buat apa?? Tapi dalem ati :: bentar nak, papa tau yang terbaik buat kamu, dan ini belum saatnya elishalazaria: the one and only man that i can trust, love irrevocably incandescently thoroughly till i die. the only man that i wouldnt hate    FaktanyaAdalah :   i don't need a Spiderman, or even Batman. cause i have my own superman, i call him DAD.  Ramadea_L : Klo jalan" sama papa pasti nostalgia trus + kuliner trus willchndra: Dia bgt mempedulikan keluarga sampai tidak mempedulikan dirinya, tp akhirnya kita semua peduli padanya lebih dari apapun qarinaulffa: Kerja keras dari pagi sampe malem cari nafkah buat ngehidupin ke...