Langsung ke konten utama

Selamat Stand Up Indo Malang, 1st Stand Up Nite-nya Sukses

Salam Satu Tawa!
Lepas sudah sebagian beban teman-teman malam ini, 11 Maret 2012. Acara Stand Up Nite Malang yang pertama yang diadakan di PPI Rektorat Universitas Merdeka (Unmer) Malang yang sudah dicita-citakan dan direncanakan sejak peristiwa 10 Januari 2012 akhirnya pecah juga malam ini... *maaf terlalu banyak pengulangan kata "yang", abaikan!*

Sore hari, acara dimulai dengan workshop yang menghadirkan pemateri sekelas Ernest Prakasa (co-founder Stand Up Indo) dan Reggy Hassibuan (komika bilingual Stand Up Indo). Workshop yang dibanderol tiket 10rb dan gratis untuk 50 mahasiswa Unmer ini meski telat 30 menit dari waktu semula 15.00 (dikarenakan tiketnya yang dijual on the spot) namun berjalan sangat lancar dan penuh antusias. Setelah Ernest dan Reggy menyampaikan materinya, hilir mudik pertanyaan dari peserta satu per satu juga terjawab, namun waktu juga yang membatasi acara ini. Workshop disudahi pukul 16.45.

Pukul 18.00 pintu untuk acara Stand Up Nite mulai dibuka, satu per satu penikmat stand up comedy mulai berdatangan. Masih dibuka juga penjualan tiket on the spot dan penukaran tiket (dari yang masih kwitansi) yang ramainya masyaAllah. Beberapa tamu undangan juga mulai berdatangan diantaranya jajaran Rektor Unmer, East West, Ria Djenaka dsb, dari media juga diantaranya KapanLagi, JTV, Malang Post, Bloggerngalam, Kalimaya FM dsb. Pihak dari sponsornya mana? Sebenarnya acara ini bisa dibilang tanpa adanya sponsor (fresh money) sama sekali, hanya disokong dukungan beberapa pihak, diantaranya BEM Unmer, Presma Unmer, dan Warna Kita Advertise. Ndak nyangka juga, di sela hiruk pikuk detik-detik jelang acara dimulai, surprisingly kedatangan tamu juga dari teman-teman Stand Up Indo Surabaya, Stand Up Mojokerto, dan Stand Up Indo Samarinda, wooow suatu kehormatan!

Pukul 19.00 lampu venue mulai dimatikan, lampu hanya difokuskan ke stage, dibukalah acara Stand Up Nite Malang ini dengan alunan lagu-lagu dari Knee and Toes, duo musisi Indie asli Malang. Cukup menghangatkan suasana. Dipandu Gading Aulia, MC (yang katanya kondang se-Malang), komika-komika dari Stand Up Indo Malang tampil. Mulai dari Fajar dengan kengondekkannya, Erik yang berani riffing membahas kampusnya Unmer di depan rektor, Arie Kriting peraih golden ticket audisi Stand Up KompasTV dengan membahas ketimurannya, Yoel pakar seksolog yang absurd tapi benar, Fito yang masih 16 tahun membahas fenomena ABG, Wawan si jago riffing yang menggojlok abis-abisan Ernest dan Reggy, Tyok ber-ala-kan pak RT yang membahas desanya, Yudha dengan tanpa ekspresi yang selalu menyodorkan pilihan ganda, Yuli perempuan (minim) satu-satunya di lineup malam ini peraih golden ticket audisi Stand Up KompasTV (juga) yang bahasannya ndak jauh-jauh dari galau, sampai Bayu yang membahas fenomena polisi ngartis. Kesepuluh "mesin tawa" Stand Up Indo Malang yang sudah sukses bikin pecah dan ndak henti-hentinya penonton ketawa. Oiya, sebelumnya di sela komika ke 5 dan 6, ada Knee and Toes lagi untuk sementara menentramkan dan mengistirahatkan perut sejenak setelah selalu dikocok tawa.

Setelah kesepuluh komika Stand Up Indo Malang unjuk gigi, masuklah ke sesi performnya komika tamu. Dimulai dari Reggy Hassibuan, komika yang sebenarnya asli Malang tapi sudah melanglang buana di ibukota. Di awal stand up-nya, Reggy tampil memukau menyapa massa-nya di Malang dengan menggunakan aksen Malangan yang dicampur dengan aksen ke-Cina-annya dan ke-Batak-annya. Sekitar 10 menit kemudian, langsung mengganti stand up-nya pakai Inggris-an. Pakai Inggris-an di Malang bukan alasan untuk roaming, tetap saja Reggy sukses memanen tawa dari penonton, kurang lebih sampai 20 menitan.

Sebelum gilirannya Ernest yang ke panggung, ada pengumuman penting bahwa akun twitter Stand Up Indo Malang transformasi dari yang @StandUp_MLG beralih ke @StandUpIndo_MLG.

Nah, ini yang ditunggu, Ernest naik ke panggung setelah Reggy. Ernest Prakasa jelas sudah ndak asing dikenal dong, lah wong juara 3-nya Stand Up KompasTV Season 1 kemarin. Menggunakan outfit casual, membuat Ernest memang begitu santai perlahan ikut menuai tawa penonton. Tawa dari penonton mulai rusuh pas Ernest mulai membahas ke-Cina-annya, sangat riuh. Asli sampai capek ketawa beneran selama 30 menit lebih Ernest di panggung. Kerennya pas Ernest menutup stand up-nya, ratusan penonton tambah riuh, sampai beberapa standing ovation...
Selesailah rangkaian Stand Up Nite Malang yang pertama. Kalian keren!!! Oiya, karena Ernest ikut suka dan apresiatif melihat suksesnya Stand Up Nite Malang yang pertama ini, akhirnya Ernest juga ingin menambahkan rangkaian tur #MeremMelek-nya di Kota Malang, selamat Malang! Sampai jumpa bersama Ernest kembali tanggal 5 Mei di Malang!!! :)
Salam Satu Tawa!

Komentar

  1. asikk.. mimpi juga saia mau bentuk standup comedy Tarakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentuk aja dulu kak, ayo ayo ayo...
      kalo butuh bantuan kan di daerah sana uda ada Stand Up Indo Samarinda yg uda mentereng tuh... #salamSATUtawa

      Hapus
    2. kalo mau bentuk komk di tarakan, nih saya siap ._. saya juga komik, tpi gak tau dtarakan blm ada komunitasnya.. @saputraNR follow aja klo mau hubungin saya

      Hapus
  2. Kamu anak standup ya mas. Kereennn.
    Besok di Surabaya standup ya! Harus!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mapan Bekerja dan Berkarya Bersama Mahakarya ASUS ZenBook 3 UX390UA

Dengan perkembangan teknologi saat ini, laptop yang pada hakikatnya merupakan perangkat komputasi portabel, sudah seharusnya menjadi semakin mudah dibawa ke mana-mana dan lebih bisa menunjang produktivitas. Tuntutan itulah yang membuat produsen-produsen komputer masih terus saling bermanuver melakukan inovasi. Berinovasi demi permintaan pasar yang semakin keras menginginkan laptop yang setipis mungkin, seringan mungkin, sekaligus tetap se-powerfull mungkin. Apa mungkin? Seberapa mungkin? Pertanyaan tantangan tersebut perlahan mendapat jawabannya tersendiri ketika ASUS merilis ASUS ZenBook 3 UX390UA . Di Indonesia, mahakarya prestisius ini mulai mereka perkenalkan di acara Zenvolution di Bali pada September 2016. Berawal dari iseng melihat live Instagram-story teman (sebut saja Asmari , blogger asal Semarang ) yang saat itu juga sedang menghadiri acara Zenvolution yang sama, entah saya pun langsung mulai menaruh perhatian kepada laptop ini. Bukan karena ndak ada pacar atau sosok ...

SENI Fakultas Ekonomi Berbicara...

Hmm, alhamdulillah kondisi saya udah normal, meski belum 100% seh, but well saya mau cerita-cerita neh soal event di kampus semingguan kemarin. Masih ndak basi kan??? Ya secara saya mau posting, cuz neh acara menurut saya TOP markotop dah. Bisa dibilang neh miniSoundrenaline -nya anak Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya . Hmmm... Tuh acara dilaksanain tanggal 30 Agustus kemaren tempatnya di basement FEUB, acaranya seh sebenarnya buat menyambut kedatangan maba ( mahasiswa baru ) gitu, opening Krida Mahasiswa gitu lah. Pengisi acaranya dari anak-anak UKM seni FEUB, ada EGO (Economic Goes 2 Opera , teater-teater gitu lah -opera bukan yang buat browsing itu om-), EDC (Economic Dance Club) , dan juga Economic Homeband , dan mereka bertiga bakalan nampilin sebuah perform colaboration !!! Sintingnya, di acara beginian saya ngrangkap 2 kepanitiaan sekaligus. Gini, panitianya di sini ada 2 macam, panitia inti dari BEM FE sendiri dan ada panitia kecil dari UKM-UKM seninya sendiri, dan ...

Cerita dari Sebuah SMA di Probolinggo

Lagi ada di Probolinggo ( tercinta ) neh. Seminggu kemarin ini justru hidup saya kebanyakan malangmelintang eksis di jalanan. Hha, saya ndak mengemis or mbambong kok rek. Bolak-balik Probolinggo ae wes 3 kali, ke Surabaya 2 kali, dalam seminggu, sinting, dan akhirnya sekarang terdampar di Probolinggo. Rumah Probolinggo lagi direnovasi, dan itu malah membuat saya tambah sumpek habis-habisan, dimana-dimana debu, kolor, eh kotor deng maksutnya, secara saya kan alergi debu rek gara-gara punya penyakit asma, hikkks. Padahal saya pengen pulang ke Probolinggo buat relax sejenak, ehh malah rame sama tukang-tukang suruhan Ayah, jedak jedokk jedak jedok, tokk-tookkk tok, krompyyaaangg, jenduarrggghhh. Sungguh, perpaduan suara yang cukup mengganggu telinga saya. Dari Malang awalnya memang mood saya juga udah naek-turun layaknya kurs rupiah terhadap dolar Kenya ( mang Kenya pake dolar? ), emosi labil, dohhh pengen rasanya membakar orang hidup-hidup. Yang mencolok adalah mood makan, entah kenap...