Langsung ke konten utama

Postingan

#OBLONG, Sharing Keliling featuring Bloggerngalam

Nah, pasti pada nanya ya apa itu #oblong? gini, #oblong itu maksudnya obrolan Bloggerngalam , salah satu branding share dari kegiatan Bloggerngalam di awal era Haqqi (presiden baru Bloggerngalam). Kegiatan kali ini kebetulan juga pas ada gawe sama tim Sharing Keliling ( Saling Silang , Internet Sehat , dll) ada acara sharing untuk masyarakat (khususnya masyarakat Malang) di Kota Malang dan untuk itu mempercayakan kepada Bloggerngalam. Kegiatan di langsungkan di Universitas Malangkukecwara, dibagi menjadi 3 kelas yaitu creative blogging (oleh mas Hedi ), photo blogging (oleh mbak Sasha ), dan video blogging (oleh mbak Imoethi ), alhamdulillah tiap kelas ramai peminatnya. Yaiyalah, lah wong gratis men! Lantas saya ada di mana? Entah tiba-tiba aja (beberapa jam sebelum acara dimulai) saya dilempartugaskan mengoperatori mbak Shasa di kelas photo blogging, kelas yang sangat antusias. Peserta tetep semangat loh, meski pada puasa. Bisa dibilang ini jadi sejarah awal di era baru Bloggerngala...

Beratnya Bilang Ini Ke Kamu

Kita uda hampir 3 tahun saling kenal, hampir 2 tahun kita barengan, uda ndak bisa dirinci lagi berapa kali kita seneng, susah, kecewa, ketawa, ngelakuin hal bodoh, dan sebangsanya. Tapi maaf kalo saya cuma bisa merinci uda 3 kali kita putus dan balikan. Ini yang membuat saya ndak bakal merengek lagi minta balikan dan juga ndak akan pernah menerima balikan. Hal ini sebenarnya uda saya bilang setelah kita balikan ke-3 kalinya. Bukan saya capek, bukan aku ndak sayang, atau bahkan bukan aku uda ada yang laen selain kamu. Jujur teguran sebanyak 3 kali bagi saya itu sebenarnya merupakan aib kegagalan yang entah kenapa kita banggakan selama ini. Padahal dipikir aku merasa itu uda gagal, gagal karena kita sendiri terus membuat kita saling kecewa dengan hubungan yang kita jalani ini. aku sendiri ndak mau ada kesempatan ke-4, 5, 6, dan seterusnya, itu sama halnya kita egois memaksakan hubungan ini, itu akan lebih menyakitan kita nantinya. Yang jelas ini bukan egois keinginanku sendiri. Kalo egoi...

Jazz Bromo 2011, Hadir!

Ayey! Ini beneran deh dadakan yang rese banget. Beneran aja, enak-enak tiduran di kost baru datang dari urusan di Lawang tiba-tiba ditelpon mas David bilang "gimana Za? uda siap? " nah loh siap apa coba. Usut punya usut ternyata mas David ngajak ke Bromo, mau barengan nonton Jazz Gunung di sana. Gile aja pas juga bilang 5 menit lagi mau ke kost, mana persiapan saya coba. Yaudin deh ya, persiapan seadanya ( baca: masukkin baju ke tas secara random ) cusss deh kita berangkat ke Bromo juga sama mas Anam , mas Hadi, Dina , mbak Linda , dan adeknya mbak Linda si Roland . Sebagai wong Probolinggo, saya dituntut jadi petunjuk arah menuju Bromo. Yassalam, padahal TKP-nya aja, Java Banana Hotel, saya ndak tau itu letaknya di Bromo bagian mananya. Ya emang uda paham medan di Bromo sih, tapi beneran saya ndak tau TKP-nya, yang jelas katanya di Sukapura tapi Sukapura itu luas bung. Karena petunjuknya di Sukapura, ya menurut saya emang lebih baik lewat dari arah Tongas, Kabupaten Proboli...

Raditya Dika Berfilosofis Mengapa Kita Tertawa

Beberapa waktu lalu Raditya Dika melalui twitternya @radityadika kultwit mengenai filosofis mengapa kita tertawa, berikut isi kultwitnya: Okeh, kita ngobrolin komedi lagi ya, kali ini agak berat pembahasannya gak papa ya.. 1.Kemarin gue sempet ngetwit ttg standup comedy, lalu setup dan punchline. Kalo yg belum baca, ada yg copy-in di: http://tiny.cc/6hnz8 2.Kalau kemarin lebih ke teknis, gue hari ini mo ngobrolin sesuatu yg lebih filosofis: sebenarnya, apa sih yang membuat kita tertawa? 3.Di bbrp bagian di buku The World as Will and Representation, Schopenhauer, seorang filsuf Jerman, mencoba jawab pertanyaan tersebut.. 4.Menurut Schopenhauer, tertawa adalah sebuah respons yang datang dari sesuatu yang dibilang sebagai “the ludicrous”.. 5.The ludicrous adalah ketidaksinambungan yg kita dpt di antara “representasi konseptual kita atas realitas” dan “realitas” itu sendiri. 6.Kita punya representasi konseptual atas apa pun yg kita alami. Misalnya sewaktu lagi naik bus.. 7. Pas nai...

Raditya Dika: Menulis Komedi Kudu Paham Stand Up Comedy Dulu

Sangat menarik mengikuti kultwit Raditya Dika semalam mengenai fundamental comedy yang dicuapkan melalui akun twitternya @radityadika . Yok kita simak... Banyak yg minta ttg cara nulis komedi ya.. Okeh.. Gue coba dari paling fundamentalnya menurut gue: Stand Up Comedy ya.. 1. Gue berpikir tiap org yg mau nulis komedi paling ga harus paham dulu stand up comedy dan bagaimana jokes dikonstruksikan didalamnya.. 2. Bagi yg blom tau, stand up comedy adalah salah satu bentuk melawak dgn cara bicara sendirian di depan orang banyak.. 3. Stand up comedy bisa dibilang semacam monolog, namun dengan struktur lebih rapih, lebih fast-paced, dan (biasanya) lebih singkat.. 4. Bagi yang penasaran bisa coba lihat di youtube search aja “stand up comedy” ada banyak banget contohnya.. Perhatiin, ini dasar komedi.. 5. Stand up comedy sebenarnya muncul dari Inggris pada abad ke 18 – 19, namun mendapat popularitas yang cepat dari perkembangannya di US.. 6. Orang yg melakukan stand up comedy disebut s...

Mensupport Manchester United Dengan Hati, Bukan Emosi

Cuma tersenyum aja jika masih ada yang mempertanyakan kecintaan saya kepada salah satu klub di belahan Inggris, Manchester United (selanjutnya ditulis United). Kecintaan saya ini dimulai sejak lama ya, sekitaran sejak SD, kalau ndak salah sekitaran kelas 2, bermula ketika Ayah membelikan kaos berwarna abu-abu biasa, warna merah di lengan, bersablon logo United di depannya. Jelas saya masih ndak mengerti apa-apa pas itu, tapi saya udah mulai cinta sama klub sepakbola ini. Selanjutnya, waktu demi waktu membiarkan kecintaan saya terhadap klub ini makin besar, juga mulai cinta kepada pemainnya salah satunya Ole Gunnar Solskjaer, padahal saat itu jarang sekali (atau mungkin ndak ada) bocah seumuran saya yang mengidolakan Solskjaer, kebanyakan pas itu masih mengidolakan Raul, Del Piero, Batistuta, Figo, Beckham, dan superstar sejenisnya. Masih ingat, tiap bermain bola di lapangan paving sekolahan SDN Sukabumi 2 dan mencetak gol selalu menirukan selebrasi seperti Solskjaer sambil berlari ke t...

Endah n’ Rhesa: Jalur Indie Belum Mati

Semangat pagi pecinta musik indie, khususnya yang ada di Kota Malang. Siang hari, 9 Desember 2010, pecinta musik indie kedatangan salah satu musisi indie yang telah menelurkan 2 album, Endah n’ Rhesa . Kedatangan pasangan suami istri mas Rhesa Aditya dan mbak Endah Widiastuti kali ini untuk mengisi acara talkshow di Fakultas Ilmu Bahasa dan Sastra UB yang diadakan oleh Mixth Event Organizer , teman-teman dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UB. Talkshow yang diselenggarakan bertajuk Jalur Indie Belum Mati! Mini Concert & Personal Branding Talkshow. Talkshow dimulai pukul 13.00 dan dalam rangka berbagi ilmu ini talkshow dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama, mbak Endah Widiastuti dan mas Rhesa Aditya sudah membahas macam-macam, mulai bagaimana cara membentuk sebuah band indie, cara membuat visi dan misi band indie, dan strategi dalam stp (segmenting, targeting, positioning). Talkshow berlangsung atraktif, mereka cerdas, ketika audiences mulai hening mereka langsung mencairkan suasan...